ayo semuanya bersembunyi
kita telah diintai oleh mereka
tentara-tentara bermata seribu
yang menikam dengan hanya satu tatapan
tak ada satu gerak pun yang bisa luput
kita tak akan bisa berkutik disini
kita hanya bisa membatu dengan peluh mengujur deras
tarik napas dan siapkan langkah
"itu mereka ada di sana,
kita harus segera melarikan diri dari sini"
mereka tak kenal ampun
mereka tak kenal belas kasihan
tak ada kesempatan lagi untuk kita melawan
tak akan bisa kita berucap
semua kata demi kata sudah di serap dengan cepat
tak ada lagi kedipan untuk merelakan pandangan ini
"itu mereka mendekat, sudah tak ada waktu lagi
apa kita harus menyerah?"
tapi tak sudi ku menyerah begitu saja
kan kulawan kau dengan apa yang ada
sedikit amarah ini mungkin bisa membantu
untuk taklukan segala serangan yang kau sarangkan.
Sabtu, 21 Februari 2009
Jumat, 13 Februari 2009
Nyaman Membeku Disini
Tiba-tiba saja aku ingin memeluk malam
yang gelap, dingin dan tak bertuan
dan menarinya di dalamnya
dengan tubuh yang membiru di pundakku
semakin menyelami isi hati ini
semakin tak mengertilah kita jadinya
biarkan saja mereka teriakan semua sumpah serapah
dan protes akan bagaimana hidup ini berjalan
di dalam gelapnya malam ada sebuah keindahan
yang mungkin kita tak pernah sadari
dinginnya yang menusuk tulang, mengiris nadi, menyayat kesadaran
dan bekukan otak dan rasa dalam hati
bahkan ketika kita berdarah dan terluka sangat dalam
sampai tak tersa sakit itu dan tergantikan oleh senyuman
serasa menikmati semua isi dunia
aku akan ada di situ
tubuh ini semakin membiru
darah terlalu banyak mengalir keluar sari kulit tak berguna ini
tapi kaki ini tak mau berhenti melangkah
walau tak beralas, kaki ini tetap berpijak dengan kuatnya
semakin dalam kita menyelam kita akan menghilang di dalamnya
dan semakin kita akan merasa berbaur di kedalamannya
dan cahaya matahari pun enggan untuk menyapa
senyaman apa pun kita akan terbawa terbang di dalam awan yang membekukan jiwa
tertegun juga diriku tentang bagaimana semuanya bisa terjadi
merambat, mengendap-endap, dan berlari tergopoh-gopoh
tetap saja semuanya terasa nikmat dan nyaman di dalam bekunya jiwa
yang terlepas dari genggaman dan tertiup angin jauh ke lautan lepas.
yang gelap, dingin dan tak bertuan
dan menarinya di dalamnya
dengan tubuh yang membiru di pundakku
semakin menyelami isi hati ini
semakin tak mengertilah kita jadinya
biarkan saja mereka teriakan semua sumpah serapah
dan protes akan bagaimana hidup ini berjalan
di dalam gelapnya malam ada sebuah keindahan
yang mungkin kita tak pernah sadari
dinginnya yang menusuk tulang, mengiris nadi, menyayat kesadaran
dan bekukan otak dan rasa dalam hati
bahkan ketika kita berdarah dan terluka sangat dalam
sampai tak tersa sakit itu dan tergantikan oleh senyuman
serasa menikmati semua isi dunia
aku akan ada di situ
tubuh ini semakin membiru
darah terlalu banyak mengalir keluar sari kulit tak berguna ini
tapi kaki ini tak mau berhenti melangkah
walau tak beralas, kaki ini tetap berpijak dengan kuatnya
semakin dalam kita menyelam kita akan menghilang di dalamnya
dan semakin kita akan merasa berbaur di kedalamannya
dan cahaya matahari pun enggan untuk menyapa
senyaman apa pun kita akan terbawa terbang di dalam awan yang membekukan jiwa
tertegun juga diriku tentang bagaimana semuanya bisa terjadi
merambat, mengendap-endap, dan berlari tergopoh-gopoh
tetap saja semuanya terasa nikmat dan nyaman di dalam bekunya jiwa
yang terlepas dari genggaman dan tertiup angin jauh ke lautan lepas.
Hanya Untuk Mendengarnya
Dia pun berkata
"sudahlah tak usah di permasalahkan lagi
setelah semuanya berlalu begitu lama
apalagi yang bisa di harapkan?"
dan aku pun menjawab
"bukan itu permasalahannya,
tapi untuk yang terakhir kalinya
aku ingin mendengarnya
sekali ini saja"
hanya untuk mendengarnya
aku rela untuk lakukan apa saja
semua akan ku lakukan apa saja yang kau minta
hanya untuk mendengarkan kalimat itu
keluar dari mulut mungil dengan bibir tipis mu
hanya untuk mendengarnya
aku rela menyayat nadi ku malam ini
menghentikan waktu dan memutar kembali
dan membuat semaunya berhenti
walau bagaimana pun caranya
hanya untuk mendengarnya
hanya untuk mendengarnya
"sudahlah tak usah di permasalahkan lagi
setelah semuanya berlalu begitu lama
apalagi yang bisa di harapkan?"
dan aku pun menjawab
"bukan itu permasalahannya,
tapi untuk yang terakhir kalinya
aku ingin mendengarnya
sekali ini saja"
hanya untuk mendengarnya
aku rela untuk lakukan apa saja
semua akan ku lakukan apa saja yang kau minta
hanya untuk mendengarkan kalimat itu
keluar dari mulut mungil dengan bibir tipis mu
hanya untuk mendengarnya
aku rela menyayat nadi ku malam ini
menghentikan waktu dan memutar kembali
dan membuat semaunya berhenti
walau bagaimana pun caranya
hanya untuk mendengarnya
hanya untuk mendengarnya
Kamis, 12 Februari 2009
Lajukan, Lanjutkan
Tadi malam tiba-tiba semua seperti terulang di retina
melintas meraba jalanan yang dulu pernah ada aku disana
beberapa sudut memang telah berubah
tapi masih aja teringat saja semuanya
tercium lagi baunya dingin malam
dimana semuanya sempat tenggelam
terbawa terombang ambing tidak karuan
hanya ketulusan hati yang masih menerangi jalanan
tak terpikirkan untuk kembali lagi
walau terlintas bagaimana mudahnya hidup saat itu
kenikmatan dan kesenengan jiwa yang selalu penuhi hari
tanpa rasa perduli bagai para pengembara
kita lajukan semua tenaga yang tersisa
berputar keatas kebawah
dan semuanya tak akan berhenti disini saja
lanjutkan.
12.02.09
melintas meraba jalanan yang dulu pernah ada aku disana
beberapa sudut memang telah berubah
tapi masih aja teringat saja semuanya
tercium lagi baunya dingin malam
dimana semuanya sempat tenggelam
terbawa terombang ambing tidak karuan
hanya ketulusan hati yang masih menerangi jalanan
tak terpikirkan untuk kembali lagi
walau terlintas bagaimana mudahnya hidup saat itu
kenikmatan dan kesenengan jiwa yang selalu penuhi hari
tanpa rasa perduli bagai para pengembara
kita lajukan semua tenaga yang tersisa
berputar keatas kebawah
dan semuanya tak akan berhenti disini saja
lanjutkan.
12.02.09
Rabu, 28 Januari 2009
Mencoba Lagi
Mencoba lagi setiap pagi
ketika mata tertegun dengan apa yang pertama kita lihat
dan lanjutkan apa yang terputar di dalam otak
dan terus lanjutkan hari.
terkadang terlewatkan apa yang kita harapkan
terkadang hanya mengulang dari hari ke hari
tapi semuanya akan tetap berputar
berjalan seperti apa semestinya
dari dinginnya angin di saat fajar
menghembus merobek tulang mengelukan sendi dan mengunyah mimpi
sampai bulan dan bintang menari di hamparan langit
kita akan merasakan semuanya tak pernah terpuaskan
teriakan terlantang dalam hati
"hari esok akan lebih baik dari hari ini"
hahahaha
dan waktupun akan tertawa ketika melihat kita
masih berdiri kaku di tempat yang sama dari kemaren, dan kemarennya lagi.
ketika otak lelah, retina mulai menyempit
dan semua berlalu dengan cepat dan tak tergatikan
kita mulai menilai kembali apa yang terjadi sebelumnya.
dan sebelumnya sampai kita tertegun dan berhenti menyapa.
tapi apapun yang terjadi
kita akan tetap mencoba lagi
setiap pagi menyapa
sampai semuanya tak bisa di sapa lagi.
28.01.09
ketika mata tertegun dengan apa yang pertama kita lihat
dan lanjutkan apa yang terputar di dalam otak
dan terus lanjutkan hari.
terkadang terlewatkan apa yang kita harapkan
terkadang hanya mengulang dari hari ke hari
tapi semuanya akan tetap berputar
berjalan seperti apa semestinya
dari dinginnya angin di saat fajar
menghembus merobek tulang mengelukan sendi dan mengunyah mimpi
sampai bulan dan bintang menari di hamparan langit
kita akan merasakan semuanya tak pernah terpuaskan
teriakan terlantang dalam hati
"hari esok akan lebih baik dari hari ini"
hahahaha
dan waktupun akan tertawa ketika melihat kita
masih berdiri kaku di tempat yang sama dari kemaren, dan kemarennya lagi.
ketika otak lelah, retina mulai menyempit
dan semua berlalu dengan cepat dan tak tergatikan
kita mulai menilai kembali apa yang terjadi sebelumnya.
dan sebelumnya sampai kita tertegun dan berhenti menyapa.
tapi apapun yang terjadi
kita akan tetap mencoba lagi
setiap pagi menyapa
sampai semuanya tak bisa di sapa lagi.
28.01.09
Selasa, 27 Januari 2009
Bertambah
Hari bertambah tua,sempat ada rasa ragu saat langkah terpatah-patah
Bertambah, apa arti dari kata itu?
Dalam hal apa kita merasakan diri kita bertambah?
Tapi memang sebaiknya kita tak usah terbalut dalam waktu
Terkadang memang lebih mudah tuk berangan menjadikan suatu pilihan.tapi menurut saya sudut pandang adalah bentuk suatu pilihan yang ada dalam individu manusia.
Dan apa yang sempat terangkum dalam data yang blank dalam proses halusinasi.
Terdiam tuk sejenak.
Tuk rasakan reaksi dalam tubuh yang mulai menjalar dan menular.
Kosong
Kosong
Kosong
Visual yang meredup dalam indra diri yang menimbulkan gambaran yang tak seperti adanya.
Apa yang ada dalam rasa kegelisahan yang mulai menimbulkan rasa getir yang menggerogoti kesadaran jiwa.
14.04.2006
Bertambah, apa arti dari kata itu?
Dalam hal apa kita merasakan diri kita bertambah?
Tapi memang sebaiknya kita tak usah terbalut dalam waktu
Terkadang memang lebih mudah tuk berangan menjadikan suatu pilihan.tapi menurut saya sudut pandang adalah bentuk suatu pilihan yang ada dalam individu manusia.
Dan apa yang sempat terangkum dalam data yang blank dalam proses halusinasi.
Terdiam tuk sejenak.
Tuk rasakan reaksi dalam tubuh yang mulai menjalar dan menular.
Kosong
Kosong
Kosong
Visual yang meredup dalam indra diri yang menimbulkan gambaran yang tak seperti adanya.
Apa yang ada dalam rasa kegelisahan yang mulai menimbulkan rasa getir yang menggerogoti kesadaran jiwa.
14.04.2006
Hilang
Hilang dalam sekejap
Apa yang ada di pikiran ku
Seperti tersambar petir
Seperti pencabut nyawa yang datang tiba-tiba
Rasa yang beri ketidak nyamanan
Dalam darah ku yang berbuih
Terjeratlah semua kata-kata
Semua terjadi dalam kejapan
Kelu ini tak hanya di lidah
Otakku pun membeku
Dalam hitungan kejapan
Semuanya hilang cepat, berlari
Hilang dalam sekejap
Semua kata-kata dalam nadiku
Beku sudah terjadi
Hilanglah dalam kejapan
Hilang kata-kata
Hilang
26 - 07 – 06
Apa yang ada di pikiran ku
Seperti tersambar petir
Seperti pencabut nyawa yang datang tiba-tiba
Rasa yang beri ketidak nyamanan
Dalam darah ku yang berbuih
Terjeratlah semua kata-kata
Semua terjadi dalam kejapan
Kelu ini tak hanya di lidah
Otakku pun membeku
Dalam hitungan kejapan
Semuanya hilang cepat, berlari
Hilang dalam sekejap
Semua kata-kata dalam nadiku
Beku sudah terjadi
Hilanglah dalam kejapan
Hilang kata-kata
Hilang
26 - 07 – 06
Langganan:
Postingan (Atom)